-My heart say-

Usia kehamilan menginjak 3 bulan mulai naek comline lagi, karena eh karena bus jemputan kantor masuk bengkel.Lumajan lama hampir 3-4 bulan lamanya.Mau gak mau terpaksa naek kereta.Dari perut yang agak buncit sampai membuncah, dari yang dicuekin karena belum keliatan hamil sampai dapet tatapan sinis atau iba karena perut membuncit,pintaku tetep sama

“Ya Allah,semoga saya bisa masuk dalam salah satu gerbong kereta ini,semoga penumpangnya gak penuh dan desak-desakan,dapet tempat duduk itu bonus,Alhamdulilah”

Aslik, girang banget kalo dapet tempat duduk tapi kalo engga pasti ada penghiburan diri “gpp ya adek sayang,kita olahraga berdiri bentar,deket koq sambil elus-elus perut, adek kan kuat ya nemenin ibun”

terkadang kalau sensinya lagi keluar “tega banget sih gak ngasih tempat duduk, belum tau aja ntar ngrasain kalo lagi hamil, ini sambil agak mewek biasanya”

Advertisements

-Tak senyaman dulu-

Katanya untuk mengurai kemacetan ibukota yang sudah tak terkira penduduk jakarta dan sekitarnya disarankan untuk menggunakan transportasi umum.Silahkan dipilih mau naek busway,kopaja,metromini,angkot ataupun kereta. Pilihan saya jatuh pada yang terakhir.Sempat merasakan tiket seharga 8ribu untuk sekali jalan.Pada saat jam berangkat/pulang kerja tak usah ditanyakan lagi pasti penuh sesak.Tak apalah walau harus berdiri dengan sedikit kepanasan.Jarak lumayan dekat ini,tanahabang-pondokranji.Senang bukan kepalang saat pemerintah dan PT.KAI menerapkan tarif progresif,jadinya 2ribu saja hemat 6ribu.Tetapi pihak terkait nampaknya kurang mengantisipasi animo masyarakat yang meningkat menjulang tinggi menggunakan kereta comline.

Pertama terjadinya antrian saat tapping,tak apalah bisa dimaklumi karena peralihan dari tiket kertas menjadi tiket elektronik.Antrian mengular,gakpapa mungkin jumlah gatenya juga terbatas.Tapi coba liat jumlah penumpang yang naek kereta padat,penuh,sesak,PANAS karena AC berasa mati.Beruntunglah kalo bisa masuk ke gerbong wanita,setidaknya tidak merasa risih dibandingkan dengan gerbong campuran yang harus berdesakan bahkan berhimpitan dengan lawan jenis,ohh nelangsa rasanya.Tak ada lagi kenyamanan di dalam kereta.

Kereta comline yang nota bene AC (katanya) dimana AC hanya dapat dirasakan saat malam hari saat penumpang segelintir kini menjelma menjadi kereta ekonomi (yang katanya dihapuskan karena tak layak lagi)

Posted from WordPress for BlackBerry.