Aku sayang ibu

Dibawah pohon,di sudut halaman belakang.14 tahun yang lalu aku menangis disana, saat ayahnda pergi untuk selamanya.Kemaren aku menangis lagi disana.Saat aku melihat keadaan ibu.
Firasat ini sudah lama kurasakan,saat rindu yang sangat akan ibu dan rumah,tetapi justru larangan untuk pulang yang aku terima.Aku bisa membayangkan bagaimana sedihnya mbak ida saat kami bicara lewat telp ” mbak bagaimana keadaan ibu? sehat ucap kakakku. bahkan saat aku bicara dengan ibu beliau selalu bilang kalo sehat selalu dan memintaku untuk selalu menjaga kesehatan.
Tetapi kemaren,,aku melihat ibu begitu lemah,tergolek di ranjang tanpa bisa apa-apa.Kami saling menangis dan berpelukan saar bertemu.
“ibu kangen” ujarnya,.
Aku memeluk ibuku yang terbaring lemah sembari perawat membersihkan luka di tubuh ibu.
Ya Allah ibuku yang kuat dan nampak sehat, kini hanya terbalut tulang dan kulit.Ya Allah kenapa ibuku sangat kurus sekali.Ibu pun memintaku untuk menyuapinya.dengan menahan butiran air mata,mencoba untuk tersenyum aku menyuapinya,sesuap nasi dengan sebutir obat begitu seterusnya.mbak nul yang melihat kami pun meneteskann air mata,tapi mencoba untuk tegar. 2 hari disana aku hanya ingin merawat dan menemani ibuk.
Saat berpamitan pada ibu ” bu, nani balik dulu yah,nanti kalo nani libur nani pulang lagi.Ibu cepet sembuh yah”
Samar ibuku berkata “nani hati-hati disana yah, doakan ibu cepet sembuh.ibu doakan nani menang disana”.dengan tetesan air mata yang coba kutahan aku menciumi tangan, pipi dan kening ibuku.

Ibu,aku sayang ibu..
Ibu cepet sembuh yah.

Advertisements